Kembali ke daftar ISBN
Buku Seri Adab 2 - TK

2026-06-03Winalda

Buku Seri Adab 2 - TK

25 halaman

Seri 2

Adab Terhadap Al-Qur’an

Anak-anak, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam.
Al-Qur’an adalah firman Allah.
Di dalam Al-Qur’an ada petunjuk agar kita menjadi anak yang saleh dan salehah.

Karena Al-Qur’an sangat mulia, kita harus memiliki adab terhadap Al-Qur’an.

Sebelum membaca Al-Qur’an, sebaiknya kita berwudhu terlebih dahulu.
Berwudhu membuat tubuh kita bersih dan suci.
Kita mencuci tangan, berkumur, membasuh wajah, membasuh tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki dengan tertib.

Setelah berwudhu, kita membawa Al-Qur’an dengan baik.
Al-Qur’an tidak boleh dilempar.
Al-Qur’an tidak boleh diletakkan sembarangan.
Al-Qur’an diletakkan di tempat yang bersih dan tinggi.

Saat membaca Al-Qur’an, kita duduk dengan sopan.
Sebaiknya kita menghadap kiblat.
Kita membaca di tempat yang suci dan bersih.
Tidak membaca di tempat yang kotor.

Anak-anak, membaca Al-Qur’an harus dengan tartil.
Tartil artinya membaca pelan-pelan, jelas, dan tidak terburu-buru.

Kita juga belajar membaca dengan tahsin.
Tahsin artinya memperbaiki bacaan agar lebih baik.
Jika belum lancar, tidak apa-apa.
Kita belajar sedikit demi sedikit bersama guru.

Saat membaca Al-Qur’an, kita harus khusyuk.
Kita tidak bercanda.
Kita tidak berlari-lari.
Kita menundukkan kepala dengan sopan dan mendengarkan bacaan dengan baik.

Jika teman sedang membaca Al-Qur’an, kita diam dan mendengarkan.
Kita tidak mengganggu.
Kita menghormati teman yang sedang membaca ayat Allah.

Membaca Al-Qur’an juga boleh dengan suara yang bagus.
Suara yang bagus bukan berarti harus keras.
Suara yang bagus adalah suara yang sopan, jelas, dan indah didengar.

Setelah membaca Al-Qur’an, kita berdoa kepada Allah.
Kita memohon agar Allah memberi ilmu, kebaikan, dan hati yang cinta kepada Al-Qur’an.

Anak-anak, selain membaca, kita juga belajar menghafal Al-Qur’an.
Menghafal Al-Qur’an dilakukan sedikit demi sedikit.
Hari ini satu ayat.
Besok diulang lagi.
Lalu ditambah lagi jika sudah bisa.

Agar hafalan tidak lupa, kita harus sering mengulang.
Mengulang hafalan disebut murajaah.
Murajaah bisa dilakukan bersama guru, bersama ayah dan ibu, atau bersama teman.

Anak yang mencintai Al-Qur’an akan senang membaca, mendengarkan, menghafal, dan menjaga hafalannya.

Mari kita sayangi Al-Qur’an.
Kita jaga Al-Qur’an.
Kita baca Al-Qur’an dengan adab yang baik.
Semoga Allah menjadikan kita anak-anak pecinta Al-Qur’an.