ISBN

Katalog Artikel ISBN dan Informasi Buku

Semua data buku pada halaman ini dikelola langsung dari dashboard admin modul ISBN.

Buku Seri Adab 3 - TK

2026-06-03Winalda

Buku Seri Adab 3 - TK

25 halaman

Seri 3 Adab Terhadap Rasulullah SAW Anak-anak, Nabi Muhammad SAW adalah Rasulullah. Beliau adalah teladan terbaik bagi kita semua. Kita mencintai Rasulullah SAW dengan cara mengikuti ajarannya. Kita berkata jujur. Kita berbuat baik. Kita menyayangi teman. Kita menghormati orang tua dan guru. Salah satu adab kepada Rasulullah SAW adalah membaca shalawat. Saat mendengar nama Nabi Muhammad SAW, kita mengucapkan: Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad. Atau: Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mari kita bershalawat bersama-sama dengan suara yang lembut. Anak-anak, Rasulullah SAW memiliki akhlak yang sangat mulia. Beliau jujur, penyayang, sabar, rendah hati, dan suka menolong. Beliau menyayangi anak-anak. Beliau menyayangi keluarga. Beliau juga menyayangi orang miskin dan orang yang membutuhkan. Kita harus mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW. Jika ingin menjadi anak yang baik, kita mencontoh Rasulullah. Jika berbicara, kita berkata yang baik. Jika berjanji, kita menepati janji. Jika teman sedih, kita menghiburnya. Jika ada yang membutuhkan bantuan, kita menolongnya. Adab kepada Rasulullah SAW juga dilakukan dengan menjaga sunnah. Sunnah adalah kebiasaan baik yang diajarkan Rasulullah SAW. Salah satu sunnah adalah bersedekah. Bersedekah membuat hati senang. Bersedekah membuat orang lain terbantu. Bersedekah tidak harus menunggu kaya. Anak-anak bisa bersedekah dengan makanan, mainan yang baik, atau membantu teman. Sunnah yang lain adalah shalat berjamaah. Saat shalat berjamaah, ada imam dan ada makmum. Makmum mengikuti gerakan imam. Kita tidak mendahului imam. Kita berdiri rapi, tenang, dan khusyuk. Anak-anak juga belajar shalat sunnah Dhuha. Shalat Dhuha dilakukan pada waktu pagi. Kita melakukannya dengan tenang dan ikhlas karena Allah. Sunnah lainnya adalah beristighfar. Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah. Jika kita melakukan kesalahan, kita mengucapkan: Astaghfirullahal ‘azhim. Artinya, kita memohon ampun kepada Allah. Anak-anak saleh dan salehah, mari kita cintai Rasulullah SAW. Kita membaca shalawat. Kita mengenal kisah keteladanan beliau. Kita menjaga sunnah. Kita bersedekah, shalat berjamaah, shalat Dhuha, dan beristighfar. Semoga kita termasuk anak-anak yang mencintai Rasulullah SAW.

Lihat Detail
Kisah Nabi dan Rasul 1 - TK

2026-06-03Winalda

Kisah Nabi dan Rasul 1 - TK

120 halaman

Narasi Buku Kisah Nabi dan Rasul 2 TK Islam Al Azhar 2026 Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak-anak saleh dan salehah, sekarang kita akan melanjutkan kisah para Nabi dan Rasul. Di dalam kisah para Nabi, ada banyak pelajaran indah. Kita belajar tentang kejujuran, keberanian, kesabaran, kasih sayang, dan ketaatan kepada Allah. Mari kita dengarkan dengan baik. Semoga hati kita semakin dekat kepada Allah. 1. Kisah Nabi Syuaib AS Nabi Syuaib AS diutus kepada penduduk Madyan. Banyak penduduk Madyan yang tidak jujur ketika berdagang. Mereka suka mengurangi takaran dan timbangan. Nabi Syuaib AS menasihati mereka dengan tutur kata yang lembut. Beliau mengajak kaumnya untuk menyembah Allah dan berlaku jujur. Namun banyak orang tidak mau mendengarkan. Mereka tetap berbuat curang. Allah pun memberi peringatan kepada kaum yang tidak mau taat. Anak-anak, dari kisah Nabi Syuaib AS kita belajar untuk jujur. Saat bermain, belajar, atau berdagang, kita tidak boleh curang. 2. Kisah Nabi Musa AS Nabi Musa AS lahir pada masa Raja Fir’aun yang sombong. Fir’aun mengaku sebagai tuhan dan menindas banyak orang. Sejak kecil, Nabi Musa AS dijaga oleh Allah. Ketika dewasa, Allah mengutus Nabi Musa AS untuk mengajak Fir’aun menyembah Allah. Nabi Musa AS berani menyampaikan kebenaran. Walaupun Fir’aun sangat sombong, Nabi Musa AS tidak takut, karena beliau yakin Allah selalu menolong hamba-Nya. Dengan izin Allah, Nabi Musa AS dan orang-orang beriman diselamatkan. Allah membelah laut sehingga Nabi Musa AS dan kaumnya dapat menyeberang. Anak-anak, dari kisah Nabi Musa AS kita belajar untuk berani berkata benar dan tidak boleh sombong. 3. Kisah Nabi Harun AS Nabi Harun AS adalah saudara Nabi Musa AS. Allah mengutus Nabi Harun AS untuk membantu Nabi Musa AS berdakwah kepada Fir’aun dan kaumnya. Nabi Harun AS berbicara dengan baik dan lembut. Beliau setia membantu saudaranya dalam menyampaikan kebenaran. Nabi Harun AS mengajarkan kita bahwa kebaikan akan menjadi lebih kuat jika dilakukan bersama-sama. Anak-anak, dari kisah Nabi Harun AS kita belajar untuk membantu saudara dan teman dalam kebaikan. 4. Kisah Nabi Dzulkifli AS Nabi Dzulkifli AS adalah Nabi yang sabar dan teguh memegang janji. Beliau dikenal sebagai orang yang taat kepada Allah dan dapat dipercaya. Nabi Dzulkifli AS menjalankan amanah dengan baik. Beliau sabar menghadapi ujian dan tidak mudah marah. Allah mencintai hamba-Nya yang sabar dan menepati janji. Anak-anak, dari kisah Nabi Dzulkifli AS kita belajar untuk menepati janji, sabar, dan bertanggung jawab. 5. Kisah Nabi Daud AS Nabi Daud AS adalah Nabi yang diberi banyak kelebihan oleh Allah. Beliau memiliki suara yang indah ketika berzikir kepada Allah. Nabi Daud AS juga seorang pemimpin yang bijaksana. Beliau menyelesaikan masalah dengan adil dan selalu bersyukur kepada Allah. Allah memberikan kitab Zabur kepada Nabi Daud AS. Nabi Daud AS menggunakan nikmat dari Allah untuk kebaikan. Anak-anak, dari kisah Nabi Daud AS kita belajar untuk rajin berzikir, bersyukur, dan bersikap adil. 6. Kisah Nabi Sulaiman AS Nabi Sulaiman AS adalah putra Nabi Daud AS. Allah memberi Nabi Sulaiman AS kerajaan yang besar dan ilmu yang luas. Dengan izin Allah, Nabi Sulaiman AS dapat memahami bahasa hewan. Beliau tetap rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah. Nabi Sulaiman AS mengajak manusia untuk menyembah Allah. Beliau tidak sombong walaupun memiliki banyak kelebihan. Anak-anak, dari kisah Nabi Sulaiman AS kita belajar bahwa semua kelebihan adalah pemberian Allah. Karena itu, kita harus bersyukur dan tidak sombong. 7. Kisah Nabi Ilyas AS Nabi Ilyas AS diutus kepada kaum yang menyembah selain Allah. Nabi Ilyas AS mengajak mereka untuk kembali menyembah Allah yang Maha Esa. Nabi Ilyas AS berdakwah dengan sabar. Beliau mengingatkan kaumnya agar meninggalkan kesesatan dan melakukan kebaikan. Sebagian orang menolak ajakan Nabi Ilyas AS. Tetapi Nabi Ilyas AS tetap taat kepada Allah. Anak-anak, dari kisah Nabi Ilyas AS kita belajar untuk beriman hanya kepada Allah dan tidak mengikuti perbuatan yang salah. 8. Kisah Nabi Ilyasa AS Nabi Ilyasa AS melanjutkan dakwah Nabi Ilyas AS. Beliau mengajak manusia untuk menyembah Allah dan menaati perintah-Nya. Nabi Ilyasa AS dikenal sebagai Nabi yang sabar, baik, dan teguh dalam berdakwah. Beliau tidak lelah mengajak manusia kepada kebaikan, walaupun tidak semua orang mau mendengarkan. Anak-anak, dari kisah Nabi Ilyasa AS kita belajar untuk tetap berbuat baik dan terus semangat melakukan kebaikan. 9. Kisah Nabi Yunus AS Nabi Yunus AS diutus kepada kaumnya agar mereka menyembah Allah. Pada awalnya, kaum Nabi Yunus AS tidak mau mendengarkan nasihat beliau. Nabi Yunus AS merasa sedih, lalu pergi meninggalkan kaumnya. Setelah itu, Nabi Yunus AS naik kapal. Di tengah laut, kapal terkena ombak besar. Dengan kehendak Allah, Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan besar. Di dalam gelapnya perut ikan, Nabi Yunus AS berdoa kepada Allah dan memohon ampun. Allah Maha Mendengar. Allah menyelamatkan Nabi Yunus AS. Anak-anak, dari kisah Nabi Yunus AS kita belajar untuk selalu berdoa kepada Allah dan segera memohon ampun jika melakukan kesalahan. 10. Kisah Nabi Zakaria AS Nabi Zakaria AS adalah Nabi yang saleh dan rajin berdoa. Beliau sudah berusia lanjut, tetapi belum memiliki anak. Nabi Zakaria AS tidak putus asa. Beliau terus berdoa kepada Allah dengan penuh harap. Allah Maha Kuasa. Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria AS dan memberikan seorang putra bernama Yahya. Anak-anak, dari kisah Nabi Zakaria AS kita belajar untuk tidak putus asa dalam berdoa. Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya. 11. Kisah Nabi Yahya AS Nabi Yahya AS adalah putra Nabi Zakaria AS. Sejak kecil, Nabi Yahya AS tumbuh menjadi anak yang saleh, lembut, dan taat kepada Allah. Nabi Yahya AS mencintai kebaikan dan menjauhi perbuatan buruk. Beliau juga menghormati orang tua dan mengajak manusia untuk bertakwa kepada Allah. Nabi Yahya AS menjadi teladan bagi anak-anak yang ingin menjadi saleh. Anak-anak, dari kisah Nabi Yahya AS kita belajar untuk taat kepada Allah, hormat kepada orang tua, dan menjaga akhlak yang baik. 12. Kisah Nabi Isa AS Nabi Isa AS adalah putra Maryam. Kelahiran Nabi Isa AS adalah tanda kekuasaan Allah. Allah menciptakan Nabi Isa AS tanpa ayah. Dengan izin Allah, Nabi Isa AS dapat melakukan mukjizat. Semua itu terjadi karena kekuasaan Allah, bukan karena kekuatan Nabi Isa AS sendiri. Nabi Isa AS mengajak manusia untuk menyembah Allah, berbuat baik, dan menjauhi keburukan. Anak-anak, dari kisah Nabi Isa AS kita belajar bahwa Allah Maha Kuasa. Kita harus percaya kepada Allah dan menggunakan nikmat dari Allah untuk kebaikan. 13. Kisah Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir dan Rasul penutup. Beliau lahir di kota Makkah. Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai anak yang jujur dan dapat dipercaya. Orang-orang menyebut beliau Al-Amin. Nabi Muhammad SAW mengajarkan manusia untuk menyembah Allah, membaca Al-Qur’an, shalat, bersedekah, berkata jujur, dan berakhlak mulia. Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi anak-anak, keluarga, orang miskin, dan semua makhluk Allah. Beliau adalah teladan terbaik bagi kita semua. Anak-anak, dari kisah Nabi Muhammad SAW kita belajar untuk berkata jujur, sopan, penyayang, rajin beribadah, dan selalu berbuat baik. Mari kita membaca shalawat: Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad. Penutup Buku 2 Alhamdulillah, kita sudah mendengarkan kisah Nabi Syuaib AS sampai Nabi Muhammad SAW. Semua Nabi mengajarkan satu pesan yang sangat penting, yaitu menyembah Allah dan berbuat baik. Para Nabi juga mengajarkan kita untuk jujur, sabar, berani, bersyukur, rendah hati, menepati janji, dan menyayangi sesama. Semoga anak-anak TK Islam Al Azhar menjadi anak yang saleh dan salehah. Anak yang cinta Allah, cinta Rasulullah, hormat kepada ayah dan ibu, patuh kepada guru, dan sayang kepada teman. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lihat Detail
Buku Seri Adab 4 - TK

2026-06-03Winalda

Buku Seri Adab 4 - TK

25 halaman

Seri 4 Adab Terhadap Islam Anak-anak, kita adalah anak muslim. Kita bersyukur kepada Allah karena Allah memberi kita nikmat Islam. Sebagai anak muslim, kita harus bangga. Bangga menjadi anak muslim artinya senang menjalankan ajaran Islam. Kita senang shalat. Kita senang membaca Al-Qur’an. Kita senang berdoa. Kita senang berpakaian sopan dan menutup aurat. Anak muslim juga harus bertutur kata yang baik dan benar. Jika berbicara, gunakan kata-kata yang sopan. Jangan berbohong. Jangan mengejek. Jangan menyakiti hati teman. Anak muslim harus jujur. Jujur artinya berkata benar. Jika melakukan kesalahan, kita berani mengaku. Jika menemukan barang milik teman, kita mengembalikannya. Allah menyukai anak yang jujur. Kita juga harus memanggil teman dengan panggilan yang baik. Jangan memanggil teman dengan nama ejekan. Jangan membuat teman sedih. Panggillah teman dengan nama yang baik dan suara yang lembut. Anak muslim tidak suka marah-marah dan berteriak. Jika sedang kesal, kita belajar tenang. Tarik napas pelan-pelan. Bicara baik-baik. Sampaikan dengan sopan. Adab terhadap Islam juga dilakukan dengan berperilaku sopan dan santun. Jika diberi sesuatu, ucapkan terima kasih. Jika membutuhkan bantuan, ucapkan tolong. Jika melakukan kesalahan, ucapkan maaf. Saat ingin meminjam sesuatu, kita harus meminta izin. Jangan langsung mengambil barang teman. Katakan dengan sopan, “Boleh aku pinjam?” Setelah selesai, kembalikan dengan baik. Anak muslim juga berpakaian menutup aurat. Pakaian yang baik adalah pakaian yang sopan, bersih, dan menutup aurat. Anak laki-laki memakai pakaian yang sopan. Anak perempuan memakai pakaian muslimah yang sopan. Dengan berpakaian baik, kita menjaga diri dan menaati perintah Allah. Anak muslim juga berdoa di setiap kegiatan. Sebelum makan, kita berdoa. Sebelum belajar, kita berdoa. Sebelum tidur, kita berdoa. Saat keluar rumah, kita berdoa. Dengan berdoa, kita ingat bahwa semua pertolongan datang dari Allah. Anak-anak saleh dan salehah, mari kita bangga menjadi anak muslim. Kita bertutur kata baik. Kita jujur. Kita memanggil teman dengan panggilan yang baik. Kita tidak marah-marah. Kita sopan dan santun. Kita menutup aurat. Kita berdoa di setiap kegiatan. Semoga Allah menjadikan kita anak muslim yang berakhlak mulia.   Penutup Alhamdulillah, anak-anak sudah belajar empat Seri Adab. Seri 1 mengajarkan adab terhadap Allah SWT. Seri 2 mengajarkan adab terhadap Al-Qur’an. Seri 3 mengajarkan adab terhadap Rasulullah SAW. Seri 4 mengajarkan adab terhadap Islam. Semua adab ini harus kita biasakan setiap hari. Di rumah, di sekolah, di masjid, dan di mana saja. Semoga anak-anak TK Islam Al Azhar menjadi anak yang saleh dan salehah. Anak yang beriman kepada Allah. Anak yang mencintai Al-Qur’an. Anak yang mencintai Rasulullah SAW. Anak yang bangga menjadi muslim. Anak yang sopan, jujur, santun, dan berakhlak mulia. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.    

Lihat Detail
Buku Seri Adab 2 - TK

2026-06-03Winalda

Buku Seri Adab 2 - TK

25 halaman

Seri 2 Adab Terhadap Al-Qur’an Anak-anak, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Al-Qur’an adalah firman Allah. Di dalam Al-Qur’an ada petunjuk agar kita menjadi anak yang saleh dan salehah. Karena Al-Qur’an sangat mulia, kita harus memiliki adab terhadap Al-Qur’an. Sebelum membaca Al-Qur’an, sebaiknya kita berwudhu terlebih dahulu. Berwudhu membuat tubuh kita bersih dan suci. Kita mencuci tangan, berkumur, membasuh wajah, membasuh tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki dengan tertib. Setelah berwudhu, kita membawa Al-Qur’an dengan baik. Al-Qur’an tidak boleh dilempar. Al-Qur’an tidak boleh diletakkan sembarangan. Al-Qur’an diletakkan di tempat yang bersih dan tinggi. Saat membaca Al-Qur’an, kita duduk dengan sopan. Sebaiknya kita menghadap kiblat. Kita membaca di tempat yang suci dan bersih. Tidak membaca di tempat yang kotor. Anak-anak, membaca Al-Qur’an harus dengan tartil. Tartil artinya membaca pelan-pelan, jelas, dan tidak terburu-buru. Kita juga belajar membaca dengan tahsin. Tahsin artinya memperbaiki bacaan agar lebih baik. Jika belum lancar, tidak apa-apa. Kita belajar sedikit demi sedikit bersama guru. Saat membaca Al-Qur’an, kita harus khusyuk. Kita tidak bercanda. Kita tidak berlari-lari. Kita menundukkan kepala dengan sopan dan mendengarkan bacaan dengan baik. Jika teman sedang membaca Al-Qur’an, kita diam dan mendengarkan. Kita tidak mengganggu. Kita menghormati teman yang sedang membaca ayat Allah. Membaca Al-Qur’an juga boleh dengan suara yang bagus. Suara yang bagus bukan berarti harus keras. Suara yang bagus adalah suara yang sopan, jelas, dan indah didengar. Setelah membaca Al-Qur’an, kita berdoa kepada Allah. Kita memohon agar Allah memberi ilmu, kebaikan, dan hati yang cinta kepada Al-Qur’an. Anak-anak, selain membaca, kita juga belajar menghafal Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an dilakukan sedikit demi sedikit. Hari ini satu ayat. Besok diulang lagi. Lalu ditambah lagi jika sudah bisa. Agar hafalan tidak lupa, kita harus sering mengulang. Mengulang hafalan disebut murajaah. Murajaah bisa dilakukan bersama guru, bersama ayah dan ibu, atau bersama teman. Anak yang mencintai Al-Qur’an akan senang membaca, mendengarkan, menghafal, dan menjaga hafalannya. Mari kita sayangi Al-Qur’an. Kita jaga Al-Qur’an. Kita baca Al-Qur’an dengan adab yang baik. Semoga Allah menjadikan kita anak-anak pecinta Al-Qur’an.

Lihat Detail
Kisah Nabi dan Rasul 2- TK

2026-06-03Winalda

Kisah Nabi dan Rasul 2- TK

120 halaman

Narasi Buku Kisah Nabi dan Rasul 2 TK Islam Al Azhar 2026 Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak-anak saleh dan salehah, sekarang kita akan melanjutkan kisah para Nabi dan Rasul. Di dalam kisah para Nabi, ada banyak pelajaran indah. Kita belajar tentang kejujuran, keberanian, kesabaran, kasih sayang, dan ketaatan kepada Allah. Mari kita dengarkan dengan baik. Semoga hati kita semakin dekat kepada Allah. 1. Kisah Nabi Syuaib AS Nabi Syuaib AS diutus kepada penduduk Madyan. Banyak penduduk Madyan yang tidak jujur ketika berdagang. Mereka suka mengurangi takaran dan timbangan. Nabi Syuaib AS menasihati mereka dengan tutur kata yang lembut. Beliau mengajak kaumnya untuk menyembah Allah dan berlaku jujur. Namun banyak orang tidak mau mendengarkan. Mereka tetap berbuat curang. Allah pun memberi peringatan kepada kaum yang tidak mau taat. Anak-anak, dari kisah Nabi Syuaib AS kita belajar untuk jujur. Saat bermain, belajar, atau berdagang, kita tidak boleh curang. 2. Kisah Nabi Musa AS Nabi Musa AS lahir pada masa Raja Fir’aun yang sombong. Fir’aun mengaku sebagai tuhan dan menindas banyak orang. Sejak kecil, Nabi Musa AS dijaga oleh Allah. Ketika dewasa, Allah mengutus Nabi Musa AS untuk mengajak Fir’aun menyembah Allah. Nabi Musa AS berani menyampaikan kebenaran. Walaupun Fir’aun sangat sombong, Nabi Musa AS tidak takut, karena beliau yakin Allah selalu menolong hamba-Nya. Dengan izin Allah, Nabi Musa AS dan orang-orang beriman diselamatkan. Allah membelah laut sehingga Nabi Musa AS dan kaumnya dapat menyeberang. Anak-anak, dari kisah Nabi Musa AS kita belajar untuk berani berkata benar dan tidak boleh sombong. 3. Kisah Nabi Harun AS Nabi Harun AS adalah saudara Nabi Musa AS. Allah mengutus Nabi Harun AS untuk membantu Nabi Musa AS berdakwah kepada Fir’aun dan kaumnya. Nabi Harun AS berbicara dengan baik dan lembut. Beliau setia membantu saudaranya dalam menyampaikan kebenaran. Nabi Harun AS mengajarkan kita bahwa kebaikan akan menjadi lebih kuat jika dilakukan bersama-sama. Anak-anak, dari kisah Nabi Harun AS kita belajar untuk membantu saudara dan teman dalam kebaikan. 4. Kisah Nabi Dzulkifli AS Nabi Dzulkifli AS adalah Nabi yang sabar dan teguh memegang janji. Beliau dikenal sebagai orang yang taat kepada Allah dan dapat dipercaya. Nabi Dzulkifli AS menjalankan amanah dengan baik. Beliau sabar menghadapi ujian dan tidak mudah marah. Allah mencintai hamba-Nya yang sabar dan menepati janji. Anak-anak, dari kisah Nabi Dzulkifli AS kita belajar untuk menepati janji, sabar, dan bertanggung jawab. 5. Kisah Nabi Daud AS Nabi Daud AS adalah Nabi yang diberi banyak kelebihan oleh Allah. Beliau memiliki suara yang indah ketika berzikir kepada Allah. Nabi Daud AS juga seorang pemimpin yang bijaksana. Beliau menyelesaikan masalah dengan adil dan selalu bersyukur kepada Allah. Allah memberikan kitab Zabur kepada Nabi Daud AS. Nabi Daud AS menggunakan nikmat dari Allah untuk kebaikan. Anak-anak, dari kisah Nabi Daud AS kita belajar untuk rajin berzikir, bersyukur, dan bersikap adil. 6. Kisah Nabi Sulaiman AS Nabi Sulaiman AS adalah putra Nabi Daud AS. Allah memberi Nabi Sulaiman AS kerajaan yang besar dan ilmu yang luas. Dengan izin Allah, Nabi Sulaiman AS dapat memahami bahasa hewan. Beliau tetap rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah. Nabi Sulaiman AS mengajak manusia untuk menyembah Allah. Beliau tidak sombong walaupun memiliki banyak kelebihan. Anak-anak, dari kisah Nabi Sulaiman AS kita belajar bahwa semua kelebihan adalah pemberian Allah. Karena itu, kita harus bersyukur dan tidak sombong. 7. Kisah Nabi Ilyas AS Nabi Ilyas AS diutus kepada kaum yang menyembah selain Allah. Nabi Ilyas AS mengajak mereka untuk kembali menyembah Allah yang Maha Esa. Nabi Ilyas AS berdakwah dengan sabar. Beliau mengingatkan kaumnya agar meninggalkan kesesatan dan melakukan kebaikan. Sebagian orang menolak ajakan Nabi Ilyas AS. Tetapi Nabi Ilyas AS tetap taat kepada Allah. Anak-anak, dari kisah Nabi Ilyas AS kita belajar untuk beriman hanya kepada Allah dan tidak mengikuti perbuatan yang salah. 8. Kisah Nabi Ilyasa AS Nabi Ilyasa AS melanjutkan dakwah Nabi Ilyas AS. Beliau mengajak manusia untuk menyembah Allah dan menaati perintah-Nya. Nabi Ilyasa AS dikenal sebagai Nabi yang sabar, baik, dan teguh dalam berdakwah. Beliau tidak lelah mengajak manusia kepada kebaikan, walaupun tidak semua orang mau mendengarkan. Anak-anak, dari kisah Nabi Ilyasa AS kita belajar untuk tetap berbuat baik dan terus semangat melakukan kebaikan. 9. Kisah Nabi Yunus AS Nabi Yunus AS diutus kepada kaumnya agar mereka menyembah Allah. Pada awalnya, kaum Nabi Yunus AS tidak mau mendengarkan nasihat beliau. Nabi Yunus AS merasa sedih, lalu pergi meninggalkan kaumnya. Setelah itu, Nabi Yunus AS naik kapal. Di tengah laut, kapal terkena ombak besar. Dengan kehendak Allah, Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan besar. Di dalam gelapnya perut ikan, Nabi Yunus AS berdoa kepada Allah dan memohon ampun. Allah Maha Mendengar. Allah menyelamatkan Nabi Yunus AS. Anak-anak, dari kisah Nabi Yunus AS kita belajar untuk selalu berdoa kepada Allah dan segera memohon ampun jika melakukan kesalahan. 10. Kisah Nabi Zakaria AS Nabi Zakaria AS adalah Nabi yang saleh dan rajin berdoa. Beliau sudah berusia lanjut, tetapi belum memiliki anak. Nabi Zakaria AS tidak putus asa. Beliau terus berdoa kepada Allah dengan penuh harap. Allah Maha Kuasa. Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria AS dan memberikan seorang putra bernama Yahya. Anak-anak, dari kisah Nabi Zakaria AS kita belajar untuk tidak putus asa dalam berdoa. Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya. 11. Kisah Nabi Yahya AS Nabi Yahya AS adalah putra Nabi Zakaria AS. Sejak kecil, Nabi Yahya AS tumbuh menjadi anak yang saleh, lembut, dan taat kepada Allah. Nabi Yahya AS mencintai kebaikan dan menjauhi perbuatan buruk. Beliau juga menghormati orang tua dan mengajak manusia untuk bertakwa kepada Allah. Nabi Yahya AS menjadi teladan bagi anak-anak yang ingin menjadi saleh. Anak-anak, dari kisah Nabi Yahya AS kita belajar untuk taat kepada Allah, hormat kepada orang tua, dan menjaga akhlak yang baik. 12. Kisah Nabi Isa AS Nabi Isa AS adalah putra Maryam. Kelahiran Nabi Isa AS adalah tanda kekuasaan Allah. Allah menciptakan Nabi Isa AS tanpa ayah. Dengan izin Allah, Nabi Isa AS dapat melakukan mukjizat. Semua itu terjadi karena kekuasaan Allah, bukan karena kekuatan Nabi Isa AS sendiri. Nabi Isa AS mengajak manusia untuk menyembah Allah, berbuat baik, dan menjauhi keburukan. Anak-anak, dari kisah Nabi Isa AS kita belajar bahwa Allah Maha Kuasa. Kita harus percaya kepada Allah dan menggunakan nikmat dari Allah untuk kebaikan. 13. Kisah Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir dan Rasul penutup. Beliau lahir di kota Makkah. Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai anak yang jujur dan dapat dipercaya. Orang-orang menyebut beliau Al-Amin. Nabi Muhammad SAW mengajarkan manusia untuk menyembah Allah, membaca Al-Qur’an, shalat, bersedekah, berkata jujur, dan berakhlak mulia. Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi anak-anak, keluarga, orang miskin, dan semua makhluk Allah. Beliau adalah teladan terbaik bagi kita semua. Anak-anak, dari kisah Nabi Muhammad SAW kita belajar untuk berkata jujur, sopan, penyayang, rajin beribadah, dan selalu berbuat baik. Mari kita membaca shalawat: Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad. Penutup Buku 2 Alhamdulillah, kita sudah mendengarkan kisah Nabi Syuaib AS sampai Nabi Muhammad SAW. Semua Nabi mengajarkan satu pesan yang sangat penting, yaitu menyembah Allah dan berbuat baik. Para Nabi juga mengajarkan kita untuk jujur, sabar, berani, bersyukur, rendah hati, menepati janji, dan menyayangi sesama. Semoga anak-anak TK Islam Al Azhar menjadi anak yang saleh dan salehah. Anak yang cinta Allah, cinta Rasulullah, hormat kepada ayah dan ibu, patuh kepada guru, dan sayang kepada teman. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lihat Detail
Buku Seri Adab 1 - TK

2026-06-03Winalda

Buku Seri Adab 1 - TK

25 halaman

Buku Seri Adab TK Islam Al Azhar 2026 Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak-anak saleh dan salehah, hari ini kita akan belajar tentang adab. Adab adalah sikap baik yang harus kita lakukan setiap hari. Anak yang beradab akan disayang Allah, disayang orang tua, disayang guru, dan disayangi teman-teman. Di dalam buku Seri Adab ini, kita akan belajar empat adab penting. Pertama, adab terhadap Allah SWT. Kedua, adab terhadap Al-Qur’an. Ketiga, adab terhadap Rasulullah SAW. Keempat, adab terhadap Islam. Mari kita belajar dengan hati yang senang.   Seri 1 Adab Terhadap Allah SWT Anak-anak, Allah SWT adalah Tuhan kita. Allah menciptakan langit, bumi, matahari, bulan, bintang, hewan, tumbuhan, dan juga manusia. Kita harus beriman kepada Allah. Beriman artinya percaya kepada Allah, mencintai Allah, dan taat kepada perintah Allah. Saat melihat langit yang luas, kita ingat kepada Allah. Saat melihat bunga yang indah, kita ingat kepada Allah. Saat melihat hewan, pohon, air, dan udara, kita juga ingat kepada Allah. Semua itu adalah ciptaan Allah. Maka kita mengucapkan: Alhamdulillah. Anak-anak, adab kepada Allah juga dilakukan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Syahadat adalah tanda bahwa kita bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Kita boleh melafalkan syahadat dengan pelan-pelan, mengikuti guru: Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Masya Allah, anak-anak hebat. Adab kepada Allah juga dilakukan dengan bersyukur. Bersyukur artinya berterima kasih kepada Allah atas semua nikmat yang diberikan. Saat selesai makan, kita mengucapkan Alhamdulillah. Saat diberi kesehatan, kita mengucapkan Alhamdulillah. Saat bisa belajar dan bermain, kita mengucapkan Alhamdulillah. Bersyukur juga bisa dilakukan dengan bersedekah. Jika kita punya rezeki, kita boleh berbagi kepada teman yang membutuhkan. Berbagi tidak harus banyak. Bisa dengan memberi makanan, membantu teman, atau tersenyum dengan ramah. Anak yang bersyukur juga senang mengucapkan terima kasih. Jika dibantu ayah dan ibu, ucapkan terima kasih. Jika dibantu guru, ucapkan terima kasih. Jika dibantu teman, ucapkan terima kasih. Anak-anak, adab kepada Allah juga dilakukan dengan shalat. Sebelum shalat, kita berwudhu dengan benar. Kita membersihkan anggota tubuh agar siap beribadah kepada Allah. Saat shalat, kita berdiri dengan tenang. Kita ruku dengan tertib. Kita sujud dengan khusyuk. Kita tidak bercanda ketika shalat. Jika shalat berjamaah, kita mengikuti imam. Kita berdiri rapi, tidak saling dorong, dan tidak berbicara saat shalat. Setelah shalat, kita berdzikir dan berdoa. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang. Dengan berdoa, kita memohon pertolongan hanya kepada Allah. Anak-anak saleh dan salehah, mari kita biasakan adab kepada Allah. Kita beriman kepada Allah. Kita mengucap syahadat. Kita bersyukur. Kita bersedekah. Kita mengucapkan terima kasih. Kita melaksanakan shalat, berdzikir, dan berdoa. Semoga Allah menyayangi kita semua.

Lihat Detail