Sinopsis Pendidikan Agama Islam Kelas 2 SD Islam Al Azhar (Kurikulum Merdeka) – Semester 1 dan 2 (Terintegrasi)
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas dua di Sekolah Dasar Islam Al Azhar dengan Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang rukun Islam dan rukun Iman, meneladani akhlak mulia para nabi dan orang saleh, memahami kisah-kisah Islami yang memberikan pelajaran, serta membiasakan diri mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran akan berpusat pada peserta didik, kontekstual, menyenangkan, dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam serta Profil Pelajar Pancasila.
Fase A (Kelas 2 SD) – Fokus Pembelajaran Terintegrasi Semester 1 dan 2:
- Unit 1: Mengenal Allah SWT dan Asmaul Husna:
- Memperdalam Pemahaman tentang Allah SWT: Mengenal Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah melalui pemahaman Asmaul Husna (nama-nama Allah yang indah) yang lebih banyak dan mendalam (misalnya, Al-Khaliq, Al-Bashir, As-Sami’).
- Meneladani Sifat-Sifat Allah dalam Kehidupan: Mengaitkan makna Asmaul Husna dengan perilaku sehari-hari (misalnya, meneladani sifat Maha Melihat dengan berhati-hati dalam berbuat).
- Unit 2: Rukun Islam dan Implementasinya:
- Memperdalam Pemahaman Rukun Islam:
- Syahadat: Mengulang dan memperkuat pemahaman makna dua kalimat syahadat serta konsekuensinya dalam perilaku.
- Shalat: Mempraktikkan gerakan dan bacaan shalat dengan lebih benar dan tertib. Memahami hikmah shalat dalam kehidupan.
- Puasa: Memahami konsep dasar puasa dan hikmahnya bagi kesehatan dan spiritualitas (pengenalan lebih lanjut).
- Zakat: Mengenalkan jenis-jenis zakat yang sederhana dan pentingnya berbagi dengan sesama (pengenalan lebih lanjut).
- Haji: Mengenalkan tata cara ibadah haji secara sederhana (pengenalan lebih lanjut).
- Membiasakan Diri Melaksanakan Rukun Islam: Mendorong peserta didik untuk melaksanakan shalat lima waktu dan memiliki keinginan untuk berpuasa (bagi yang mampu).
- Memperdalam Pemahaman Rukun Islam:
- Unit 3: Rukun Iman dan Implementasinya:
- Memperdalam Pemahaman Rukun Iman:
- Iman kepada Allah SWT: (Sudah dibahas di Unit 1)
- Iman kepada Malaikat: Mengenal nama-nama malaikat dan tugas-tugasnya yang utama.
- Iman kepada Kitab-Kitab Allah: Mengenal nama-nama kitab suci Allah dan nabi yang menerimanya. Menekankan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
- Iman kepada Rasul-Rasul Allah: Mengenal nama-nama rasul Ulul Azmi dan keteladanan mereka.
- Iman kepada Hari Akhir: Memahami tanda-tanda kecil hari kiamat (pengenalan).
- Iman kepada Qada dan Qadar: Memahami bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah dan pentingnya berusaha.
- Mengaitkan Rukun Iman dengan Perilaku: Menunjukkan perilaku yang mencerminkan keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
- Memperdalam Pemahaman Rukun Iman:
- Unit 4: Akhlak Mulia Teladan Para Nabi dan Orang Saleh:
- Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim AS: Meneladani kesabaran, ketaatan, dan keberanian Nabi Ibrahim AS.
- Kisah Keteladanan Nabi Yusuf AS: Meneladani kesabaran dan pemaafan Nabi Yusuf AS.
- Kisah Keteladanan Nabi Ayub AS: Meneladani kesabaran Nabi Ayub AS dalam menghadapi ujian.
- Kisah Orang Saleh (Sahabat Nabi): Mengenalkan kisah singkat sahabat Nabi yang saleh dan meneladani akhlaknya.
- Unit 5: Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an:
- Kisah tentang Kejujuran: Memahami pentingnya kejujuran melalui kisah-kisah dalam Al-Qur’an.
- Kisah tentang Amanah: Memahami pentingnya menjaga amanah melalui kisah-kisah dalam Al-Qur’an.
- Kisah tentang Persaudaraan: Memahami pentingnya persaudaraan melalui kisah-kisah dalam Al-Qur’an.
- Unit 6: Kalimat Thayyibah dalam Kehidupan Sehari-hari:
- Memperdalam Pemahaman Kalimat Thayyibah: Memahami makna dan waktu yang tepat untuk mengucapkan kalimat thayyibah lainnya (misalnya, Subhanallah, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah, Astaghfirullah, Innalillahi Wainna Ilaihi Raaji’uun).
- Membiasakan Diri Mengucapkan Kalimat Thayyibah: Menerapkan ucapan kalimat thayyibah dalam berbagai situasi sehari-hari.
Pendekatan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka):
- Pembelajaran Berbasis Kisah (Storytelling): Menyampaikan materi melalui kisah-kisah inspiratif dari Al-Qur’an dan hadis.
- Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Mendorong peserta didik untuk bertanya dan mencari tahu lebih dalam tentang ajaran Islam.
- Pembelajaran Berbasis Proyek: Melibatkan peserta didik dalam proyek sederhana seperti membuat poster tentang Asmaul Husna, membuat bagan rukun Islam dan rukun Iman, atau menceritakan kembali kisah nabi.
- Pembelajaran Berdiferensiasi: Menyediakan kegiatan belajar yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan minat peserta didik.
- Penggunaan Media Visual dan Audio: Memanfaatkan gambar, video, dan rekaman murottal Al-Qur’an.
- Diskusi dan Refleksi: Mendorong peserta didik untuk merenungkan nilai-nilai Islam dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
- Penguatan Profil Pelajar Pancasila:
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menanamkan keimanan dan akhlak mulia sebagai landasan utama.
- Mandiri: Bertanggung jawab dalam melaksanakan ibadah dan mempelajari ajaran Islam.
- Bernalar Kritis: Menganalisis kisah-kisah Islami dan mengaitkannya dengan kehidupan.
- Kreatif: Mengembangkan cara-cara unik untuk memahami dan menyampaikan ajaran Islam.
- Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kegiatan kelompok dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
- Asesmen Formatif dan Sumatif yang Autentik: Melakukan penilaian yang berkelanjutan melalui observasi perilaku, partisipasi dalam diskusi, hasil karya proyek, dan kemampuan menceritakan kembali kisah-kisah Islami.
Ciri Khas Islam Al Azhar:
SD Islam Al Azhar akan memberikan penekanan pada pemahaman yang benar tentang akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, peneladanan akhlak para nabi dan orang saleh, serta pembiasaan ibadah dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi nilai-nilai Islam akan menjadi landasan dalam setiap unit pembelajaran.
Melalui pembelajaran PAI berbasis Kurikulum Merdeka ini, diharapkan peserta didik kelas dua SD Islam Al Azhar semakin kokoh dalam keimanan, memahami dan mengamalkan rukun Islam dan rukun Iman, meneladani akhlak mulia, serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan diri sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.